WHO: Kanker Membunuh Hampir 10 Juta Orang di Dunia Tahun Ini

Jakarta, – Jumlah penderita kanker di seluruh dunia terus meningkat signifikan. Laporan terbaru yang dirilis oleh International Agency for Research on Cancer, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengestimasi terdapat 18,1 juta kasus kanker baru dan 9,6 juta kematian yang terjadi pada tahun ini.

Serangan kanker yang masif ini membuat WHO memprediksi kanker bakal menjadi penyebab kematian nomor satu di dunia pada akhir abad ini. Kanker bakal menjadi penghalang terbesar bagi manusia untuk meningkatkan angka harapan hidup.
Hasil laporan ini didapat setelah peneliti menganalisis data dari 185 negara di dunia dengan melihat lebih dalam pada 36 jenis kanker.

Berdasarkan data itu, ditemukan satu dari lima pria dan satu dari enam wanita bakal mengalami kanker dalam hidup mereka. Sebanyak satu dari delapan pria dan satu dari 11 wanita akan meninggal karena kanker.

Laporan itu menyimpulkan, penambahan jumlah penderita kanker berjalan seiring dengan populasi warga dunia yang juga kian bertambah. Populasi yang menua membuat risiko kanker meningkat seiring bertambahnya usia.

Angka kematian karena kanker juga terlihat meningkat lantaran kematian akibat stroke dan penyakit jantung di banyak negara semakin menurun.

Kanker paru, kolorektal, lambung, hati, dan payudara merupakan jenis kanker yang paling banyak diderita. Laporan itu mencatat kanker paru merupakan kanker paling mematikan dengan 1,8 juta kematian atau 18,4 persen dari total kematian pada 2018.

Kanker kolorektal mengekor di posisi kedua dengan 881 ribu kematian, kanker lambung 783 ribu kematian, kanker hati 782 ribu kematian, dan kanker payudara 627 ribu kematian.

Laporan ini juga menemukan kejadian kanker lebih tinggi 20 persen pada pria dibandingkan pada wanita dan tingkat kematian juga lebih tinggi 50 persen pada pria.

Pada pria, kanker yang banyak diderita meliputi kanker paru, prostat, kolorektal, hati, dan lambung. Sedangkan perempuan banyak menderita kanker payudara.

Seperti diberitakan CNN, kanker yang terjadi pada seseorang tergantung pada lokasi dia berada. Laporan itu menyebut hampir setengah dari kasus kanker baru dan lebih dari setengah kematian akibat kanker terjadi di Asia, yang mencakup 60 persen populasi dunia.

Di Amerika tercatat 21 persen kasus kanker dengan 14,4 persen kematian akibat kanker, meski hanya mencakup 13,3 persen populasi dunia. Sedangkan Eropa menyumbang 23,4 persen kasus kanker dan 20,3 persen kematian, walau memiliki 9 persen populasi dunia.

Di sisi lain, laporan ini menemukan bahwa upaya pencegahan dapat membuahkan hasil. Negara yang memiliki kampanye kesadaran publik dan hukum yang kuat untuk membuat orang berhenti merokok seperti di Eropa Utara dan Amerika dapat menurunkan jumlah penderita kanker paru-paru. Kasus kanker serviks juga menurun karena upaya pemeriksaan dini yang digalakkan.

Pada negara dengan ekonomi yang kuat, jumlah kanker akibat kemiskinan dan infeksi juga menurun. Namun, kanker akibat gaya hidup seperti obesitas dan alkohol justru meningkat.

Leave a Comment