Cara Mudah Atasi Kendala Berbahasa Asing saat Asian Games

Jakarta, – Asian games 2018 menjadi ajang pesta olahraga terbesar se-Asia.

Sekalipun olahraga adalah sebuah bahasa universal, namun bahasa verbal tetap saja kerap jadi kendala dan masalah besar bagi seseorang. Di pesta olahraga yang sangat ditunggu-tunggu ini, antusiasme penduduk Asia untuk menyaksikan langsung bisa terhalang oleh keterbatasan bahasa verbal.

“Menyambut Asian Games Jakarta-Palembang 2018, seluruh perhatian dunia sedang mengarah ke Indonesia,” kata kata Kim In Chul, presiden bbb Korea, sebuah institusi bahasa ketika memberi sambutan dalam acara inagurasi proyek bbb Indonesia di Jakarta, Rabu (8/8).

“Dengan begitu, akan banyak orang asing yang datang ke Indonesia. Dan ketika terjadi pertemuan antara bahasa dan kebudayaan yang berbeda itu, tentunya bisa terjadi kesalahpahaman.”

Meskipun telah mengantongi skill berbahasa Inggris, sebagai bahasa internasional, komunikasi itu tetap saja terhambat karena ketidakfasihan warga setempat.

Masalah tersebut sempat dialami oleh negara Korea Selatan ketika mereka menjadi tuan rumah kompetisi sepak bola terbesar di dunia, FIFA World Cup 2002. Para atlet yang datang dari berbagai negara sempat terkendala bahasa karena masyarakat Korea belum familiar dengan bahasa Inggris.

“Masalah itu terjadi karena orang Korea tidak terbiasa dengan bahasa Inggris ataupun bahasa asing lainnya,” katanya Kim.

Belajar dari masalah itu, bbb Korea sebagai organisasi sukarelawan budaya dan bahasa, mengadakan proyek berskala global yang melibatkan beberapa negara di Asia, termasuk Indonesia. Proyek tersebut diwujudkan dalam sebuah aplikasi ‘bbb Indonesia’ yang bisa diunduh melalui playstore.

Aplikasi bbb Indonesia memfasilitasi siapa saja yang kesulitan berbahasa Korea, Inggris, Jepang, Mandarin, Arab, Rusia, Vietnam, dan Thailand. Pengguna tinggal mengunduh aplikasi ini dan memilih bahasa mana yang diperlukan.

Setelah dipilih, pengguna akan terhubung pada sukarelawan yang nantinya akan membantu kendala bahasa itu. Proses terjemahan dilakukan via telepon yang tersambung melalui internet.

Zian, salah satu sukarelawan bbb Indonesia mengaku senang bisa membantu turis asing yang terkendala bahasa ketika berkunjung di Indonesia. Selain bisa menolong, mahasiswa Program Studi Ekonomi Islam, Universitas Padjajaran ini juga bisa mengasah kemampuannya berbahasa Korea yang selama ini ia pelajari secara otodidak.

Dia mulai belajar bahasa Korea sejak duduk di bangku SMP. Hingga kini, total tujuh tahun sudah Zian memahami bahasa dari negeri ginseng tersebut.

“Ini waktu buat ngetes kemampuan dan skill sih. Jadi bisa kepakai juga [kemampuan berbahasa Korea]. Kalau [kemampuan berbahasa Korea] enggak dipakai kan jadi nggak tahu seberapa bisanya kita,” imbuhnya.

Selain itu, kata Zian, dengan menjadi sukarelawan ini ia bisa memberikan sumbangsih kepada Indonesia untuk gelaran Asian Games mendatang.

“Ingin memberi sesuatu untuk Asian Games. Jadi nggak diam-diam aja,” tandasnya.

Leave a Comment