TKSK Jatisari Berulah! Kartu KPM Warga Miskin Ditarikin, “Warga Laporan ke Kantor Desa”

Duh, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Kecamatan Jatisari berulah. Lewat Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), TKSK melakukan penarikan Kartu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari tangan pemegangnya, yakni masyarakat miskin. Disinyalir, penarikan KPM itu untuk memobilisasi masyarakat agar melakukan pengambilan beras dari program BPNT ke tempat yang sudah dikongkalikonginya.

Peristiwa ini, dilaporkan oleh warga. Tadi siang, Selasa (10/7/2018), sejumlah warga Desa Telarsari Kecamatan Jatisari, berbondong-bondong mendatangi kantor desanya. Mereka melaporkan ditarik dan ditahannya kartu KPM oleh TKSK Kecamatan Jatisari.

“Sekitar dua minggu yang lalu saya diminta oleh pak Warsin, PMS Desa Telarsari untuk mengumpulkan KPM,” ujar Tika salah satu warga pemegang KPM, saat diwawancarai awak media, usai laporan di Kantor Desa Telarsari, Selasa (10/7).

Menurut pengakuan Tika, dirinya dimintai bantuan oleh PSM Desa Telarsari untuk mengumpulkan KPM-nya dan sejumlah masyarakat pemegang KPM lainnya. Sementara dalih pengumpulan kartu tersebut agar supaya kartu tersebut tidak hilang.

“Saat itu saya berhasil mengumpulkan 7 KPM dan diberikan kepada pak Warsin. Katanya, pengumpulan KMP tersebut agar kartu itu tidak hilang. Dan jika bantuan turun, nanti dapat diambil di desa. Namun sampai saat ini pak Warsin belum memberikan informasi apapun, dampaknya beberapa warga yang kartunya saya kumpulkan selalu menanyakan bantuan itu ke saya,” jelasnya.

Tak jauh berbeda dikatakan Yoyoh pemegang KPM yang juga dikumpulkan. Dia mengaku, dirinya diminta untuk mengumpulkan kartu KPM, namun sampai saat ini kartu maupun bantuan BPNT itu tidak ada kejelasannya.

“Saya hanya dimintai untuk mengumpulkan kartu, dan saya nurut saja, katanya kalau nanti ada informasi akan diberitahu lagi, namun sampai saat ini justru tidak ada kejelasannya,” ucapnya.

Menyikapi laporan warganya, kepala Desa Telarsari, Palahudin merasa prihatin terhadap adanya pengumpulan kartu KPM yang seharusnya itu tidak diperbolehkan.

“Informasi pengumpulan KPM itu memang sudah saya dengar, namun lebih jelasnya sekarang warga yang bersangktan langsung yang bicara dan itu yang memperkuat informasi yang saya dapat,” katanya.

Sementara, lanjut Palahudin, terkait ada bawahannya di desa yang menjadi PSM tersebut dan melakukan penarikan kartu, ia membenarkannya, namun itu bukan atas intruksinya, melainkan atas intruksi TKSK Kecamatan Jatisari.

“Begitu saya tahu bawahan saya yang melakukan pengumpulan kartu, langsung saya tanya pada yang bersangkutan, ternyata benar, pengakuannya ia disuruh oleh TKSK, dimana jumlah keseluruhan KPM yang berhasil dikumpulkan untuk di Desa Telarsari yang saat ini berada di TKSK berjumlah 137,” ungkapnya.

Ditambahkan Palahudin berharap, agar TKSK yang bersangkutan cepat mengembalikan kembali KPM yang sudah terjaring, karena BPNT sudah dapat diambil oleh masyarakat.

“Saya berharap agar kartu KPM itu segera dikembalikan kepada masyarakat, tidak dibenarkan bahwa kartu itu harus dikumpulkan, mengingat bahwa program BPNT sudah dapat diambil oleh masyarakat pemegang kartu KPM dengan pengambilan barang di agen E-Warung yang legal, bukan di Kantor Desa,” pungkasnya.

Leave a Comment