Kemenangan Mahathir yang Beri Angin Oposisi di Indonesia

Jakarta – Kemenangan mengejutkan Mahathir Mohamad di Pemilu Malaysia ikut disambut di Indonesia. Para politikus oposisi merasa mendapat angin segar.

Untuk pertama kali dalam 60 tahun, koalisi Barisan Nasional (BN) kalah dalam pemilu Malaysia. Koalisi oposisi Pakatan Harapan (PH) yang dipimpin Mahathir Mohamad menang secara mengejutkan dalam pemilu ke-14 yang digelar Rabu (9/5) kemarin.

Mahathir yang mantan PM Malaysia terlama (1981-2003) ini berhasil memimpin oposisi meraih kemenangan bersejarah. Oposisi untuk pertama kalinya dalam sejarah mengalahkan koalisi partai yang berkuasa selama 60 tahun terakhir.

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah meyakini kemenangan Mahathir berdampak ke Indonesia. Dia memprediksi koalisi pemerintahan Presiden Joko Widodo juga akan tumbang dan dikalahkan oleh oposisi pada 2019.

“Tampak-tampaknya memang kita akan memiliki pemimpin baru, orang yang lebih mengerti perasaan masyarakat, yang akan sanggup menjurubicarai perasaan yang tidak terkatakan. Dan itu akan datang suatu kelompok yang mengerti apa yang sedang terjadi dan bagaimana kita melihat masa depan kita yang lebih baik dan optimistis,” tutur Fahri.

Hal senada disampaikan oleh rekan Fahri di DPR, Fadli Zon. Fadli menyebut kemenangan Mahathir Mohamad di pemilu Malaysia sebagai ‘tanda-tanda zaman’. Dia mengaitkannya dengan gerakan #2019GantiPresiden

“Tanda-tanda zaman, selamat pada Mahathir Muhammad yang menang dalam Pemilu dan jadi Perdana Menteri dalam usia 92 tahun,” tulis Fadli Zon di Twitter, Kamis (10/5/2018).

“Semakin yakin #2019GantiPresiden,” tambahnya.

Pemikiran yang sama juga datang dari politikus PKS Anis Matta. Menurutnya, kemenangan Mahathir yang merupakan oposisi di Negeri Jiran, bukti bahwa petahana bisa dikalahkan.

“Hasil pemilu Malaysia menunjukkan jika oposisi bersatu, incumbent yang sangat kuat pun bisa ditumbangkan,” ujar Anis Matta dalam keterangan tertulis, Kamis (10/5/2018).

Leave a Comment