Jelang Ramadhan, Harga Beras Di Karawang Mulai Merangkak Naik

KARAWANG, – Menjelang Ramadan, sejumlah komoditas pangan di Karawang, mulai merangkak naik. Perilaku pasar dan penyimpangan pasokan dituding menjadi penyebab sulitnya menekan harga di pasaran.

Merujuk pada data Disperindag Karawang, harga beras premium dan ayam boiler mulai merangkak naik. Di Pasar Johar Karawang, beras premium dari Rp 10.800 per kilogram naik menjadi Rp 11.000 per kilogram.

Harga ayam boiler naik dari Rp 38.000 per kilogram naik menjadi Rp 40.000 per kilogram. Sementara harga daging sapi masih stabil di harga Rp 120.000 per kilogram.

“Meski demikian, harga daging ayam kampung, telur ayam, cabai merah, cabai merah keriting dan cabai rawit justru mengalami penurunan,” ujar Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Karawang, Gunadi.

Sementara itu, Perum Bulog Sub Divre Karawang-Bekasi menjamin stok komoditas pangan aman hingga Hari Raya Idul Fitri, bahkan stok beras aman hingga enam bulan ke depan.

Kepala Perum Bulog Sub Divre Karawang-Bekasi Sulais mengatakan, stok beras di gudang Bulog mencapai 30.000 ton, dengan perincian kualitas premium 20.000 ton dan medium sebanyak 10.000 ton.

“Aman sampai enam bulan ke depan untuk Karawang dan Bekasi,” ujar Sulais ditemui di kantornya, Selasa (8/5/2018).

Di sisi lain, untuk mengendalikan harga beras di pasaran, pihaknya telah melakukan operasi pasar (OP) sejak April lalu dan gerakan stabilisasi harga pangan (GSHP). Namun lantaran OP berasal dari cadangan beras pemerintah (CBP), maka harus ada perintah dari Kementerian Perdagangan (Kemendag) terlebih dahulu. Sementara GSHP merupakan program Bulog yang sewaktu-waktu bisa dilakukan.

“Target SHP kita tidak terbatas, karena stok kita masih aman,” kata dia.

Menurut Sulais, tingginya harga beras maupun komoditas pangan lainnya lebih disebabkan perilaku pasar. Terlebih menjelang Ramadan, Idul Fitri, maupun hari besar lainnya. Sehingga, harga sulit untuk dikendalikan.

“Seharusnya pada panen raya seperti ini, harga turun. Tapi ini justru naik. Ini lebih pada perilaku pasar. Pembeli membeli bahan pangan diluar jumlah kebutuhan lantaran khawatir harga trus naik. Begitu juga dengan pedagang,” ungkapnya.

Sulais mengungkapkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemkab Karawang melalui Dinas Pangan dan Tim Pengawasan Pangan Terpadu Kabupaten Karawang untuk mengendalikan harga dan menjamin pasokan komoditas pangan ke pasar.

Sekretaris Tim Pengawasan Pangan Terpadu Kabupaten Karawang Kadarisman mengungkapkan, kekhawatiran kenaikan harga timbul akibat penyimpangan sejumlah pasokan komoditas ke pasar-pasar. Bersama dengan kepolisian, pihaknya sudah beebrapa kali menggelar rapat dan fokus pada penyawasan pasokan ke pasar-pasar.

Kadarisman yang juga Kepala Dinas Pangan Kabupaten Karawang itu mengatakan, pengawasan juga diwajibkan kepada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait, seperti Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta Dinas Pangan yang memiliki pegawai pengawas di pasar.

“Kami instruksikan mereka langsung mengawasi di pasar-pasar setiap hari, jangan sampai terlewat,”ujarnya.

Untuk sementara, kata dia, hasil pengawasan harga dan pasokan sejumlah komoditas di pasaran masih aman. Meski demikian, ia mengimbau kepada para pedagang untuk tidak menaikkan harga terlalu tinggi pada Ramadan mendatang.

“Pedagang kami imbau tidak menaikkan harga terlalu tinggi, normal saja,” tutupnya.

Leave a Comment