Trik Menyiasati Kolesterol Setelah Makan Jeroan

Semarang, – Makanan tinggi lemak seperti jeroan memang menggugah selera. Di sisi lain, jeroan yang biasanya terdiri dari hati, usus, limpa dan babat dapat membahayakan karena meningkatkan kadar kolesterol yang memicu berbagai macam penyakit terutama serangan jantung.

Dalam 100 gram hati sapi misalnya terdapat 355 mg kolesterol. Padahal, rata-rata kebutuhan kolesterol orang dewasa setiap hari hanya sekitar 300 mg.

Namun, tak perlu khawatir. Makanan tinggi lemak ini tetap dapat dinikmati dengan aman, asalkan dapat menyiasati penyerapan kolesterol dalam tubuh. Pakar gizi Institut Pertanian Bogor Profesor, Ahmad Sulaeman asupan kolesterol itu dapat disiasati dengan banyak mengonsumsi serat secara bersamaan.

“Kita harus kurangi penyerapannya dengan banyak menyerap makanan berserat yang ada pada sayuran dan buah-buahan. Misalnya, saat makan babat, diiringi dengan makan mentimun dan sayur lalapan,” kata Ahmad dalam rangkaian kegiatan Jelajah Gizi Nutricia saat mengunjungi Nasi Goreng Babat Pak Karmin di Semarang beberapa waktu lalu.

Konsumsi serat dapat membantu menghambat penyerapan kolesterol dalam tubuh. Alhasil, saat masuk ke dalam tubuh, kadar kolesterol dalam darah tidak melonjak secara tiba-tiba. Peningkatan dalam waktu cepat itulah yang biasanya memicu penyakit jantung koroner.

Selain asupan berserat, makan jeroan atau makanan berlemak tinggi lainnya juga harus diiringi dengan aktivitas fisik. Dengan membuat badan bergerak melalui aktivitas fisik, tubuh akan membakar kolesterol, sehingga jumlah kolesteroldalam tubuh akan berkurang.

Menurut Ahmad, aktivitas fisik itu dapat dilakukan dengan berolahraga sederhana.

“Dengan olahraga tubuh akan membuang kolesterol. Bisa dengan sehari, sekitar 30 menit atau berjalan kaki 3.000 langkah misalnya,” tutur Ahmad.

Di sisi lain, Ahmad menyoroti bahwa kandungan kolesterol dalam tubuh tetap dibutuhkan walaupun jumlahnya tak banyak. Kandungan kolesterol ini dapat meningkatkan hormon seks bagi kaum pria.

“Untuk nasi babat memang proteinnya sedikit dan lebih untuk nikmat saja. Menikmati babat tetap boleh sekali-sekali, karena kolesterol tetap diperlukan. Kalau tidak nanti laki-laki kemayu semua,” ujar Ahmad.

Leave a Comment