Coba Yuk Sekali-kali Ucapkan ‘Ya’ untuk Semua yang Anak Lakukan

Los Angeles, California – No. Tidak. Jangan. Mungkin ketiga kata ini sering banget kita ucapkan saat menghadapi perilaku ataupun permintaan anak. Hmm, apa jadinya kalau satu hari aja kita mengganti ketiga kata itu dengan ‘ya’ untuk semua permintaan anak.

Aktris Hollywod Jennifer Garner termasuk yang menjalankan ‘Hari Ya’. Di akun Instagram-nya, ibu tiga anak ini memposting foto selfie namun wajahnya yang tanpa rias terlihat sangat lelah. Katanya ia baru saja menjalankan perayaan ‘Hari Ya’.

‘Hari Ya’ itu sebuah tradisi tahunan di rumahnya, Bun, yang terinspirasi buku dari Amy Krouse Rosenthal. Pada hari itu selama 24 jam bunda harus mengiyakan permintaan anak-anaknya, tidak peduli seberapa memalukan permintaan anak-anak.

Seorang ibu, Dana Zepeda, tertarik mengikutinya, Bun. Alasannya sih karena ia terlalu sering mengatakan ‘tidak’ ke anak-anaknya. Jadi, kalau sampai ia mengatakan ‘ya’ malah terasa aneh.

Misalnya saat Dana mengatakan, ‘Tidak, kamu tidak bisa makan permen untuk sarapan. Tidak, kamu tidak bisa memainkan video game di iPhoneku. Tidak, kamu tidak bisa bercerita karena kamu kelamaan tidurnya’.

Coba Yuk Sekali-kali Ucapkan 'Ya' untuk Semua yang Anak Lakukan/Coba Yuk Sekali-kali Ucapkan ‘Ya’ untuk Semua yang Anak Lakukan/ Foto: thinkstock

“Bagaimana jika dibanding mengatakan tidak terus-menerus, saya meliburkan diri ini dan mengatakan ya sebagai gantinya?” Tulis Dana seperti dilansir Popsugar.

Dana sebenarnya sudah memikirkan ide tersebut selama berbulan-bulan, tapi dia belum mencobanya. Sampai pada akhir Maret ia berniat memulai ‘Hari Ya’.

“Anak-anak saya, Max, 7 tahun, dan Zooey, 5 tahun sangat bersemangat ketika saya memberi tahu mereka berita itu. Mereka berbisik-bisik selama berhari-hari, merencanakan semua kegiatan yang menyenangkan yang dapat mereka impikan untuk agenda bebas ini,” kata Dana.

Dana bilang, putrinya meminta memakan permen sebagai pencuci mulut. Mau nggak mau Dana harus menyetujuinya di ‘Hari Ya’ meskipun aslinya ingin mengatakan ‘tidak’.

“Akhirnya, dan setelah banyak pertimbangan, hari besar itu akhirnya tiba. Saya sedikit gugup rumah saya yang rapi dan anak-anak yang berkelakuan baik akan seperti masa lalu sebelum waktu tidur tiba,” sambungnya.

Dana memang akan menjalankan ‘Hari Ya’, tapi ia memutuskan untuk menetapkan beberapa aturan dasar agar tetap waras. Apa saja aturannya? Pertama, tidak ada yang diizinkan bolos sekolah. Kedua, tidak jalan ke mana saja lebih dari satu jam. Ketiga, mereka tidak bisa menghabiskan lebih dari USD 50 atau Rp 688 ribu.

Coba Yuk Sekali-kali Ucapkan 'Ya' untuk Semua yang Anak Lakukan/Coba Yuk Sekali-kali Ucapkan ‘Ya’ untuk Semua yang Anak Lakukan/ Foto: ilustrasi/thinkstock

Ketika menjalani Hari Ya, Dana merasa beruntung karena permintaan pertama anak-anak mudah. Mereka menginginkan croissant cokelat Trader Joe untuk sarapan.

“Saya biasanya hanya memberikan mereka makanan sehat seperti yoghurt atau smoothies, sehingga mereka tidak sabar untuk mendapat camilan cokelat dan permen,” tuturnya.

Saat anak-anak makan cokelat dan permen, Dana memutuskan bergabung dengan anak-anaknya. “Saya mengambil piring, duduk, dan ikut makan salah satu camilan,” imbuhnya.

Setelah semuanya selesai makan, Max berangkat sekolah. Sedangkan putrinya Zooey siap-siap bermain. Karena ini ‘Hari Ya’, Zooey dengan murah hati menyetujui Dana ikut kelas pilates dengan seorang teman pagi itu. Sedangkan Zooey dan anak perempuan teman olahraganya bermain di Kid’s Klub.

“Kami berdua bersenang-senang menghabiskan waktu bersama teman-teman kami, jadi itu adalah win-win solution untuk semua orang,” lanjut Dana.

Setelah pergi ke gym, Zooey meminta untuk pergi makan siang. Mereka kemudian pergi ke restoran yang ramah anak. Setelah makan beberapa menu, mereka ke taman bermain.

Coba Yuk Sekali-kali Ucapkan 'Ya' untuk Semua yang Anak Lakukan/Coba Yuk Sekali-kali Ucapkan ‘Ya’ untuk Semua yang Anak Lakukan/ Foto: thinkstock

“Kami bertemu dengan beberapa teman beberapa menit kemudian di taman terdekat, Zooey bermain dengan teman-temannya. Setelah mereka lelah dengan perosotan dan ayunan, anak-anak berlari berputar-putar bermain petak umpet di seluruh area berumput. Ketika tiba waktunya untuk menjemput Max dari sekolah, kami mengucapkan selamat tinggal dan menuju mobil,” tuturnya.

Ternyata selama perjalanan ke sekolah, Zooey meminta lebih banyak permen dan es krim. Tentu saja, Dana menjawab ya. Mereka berhenti di toko roti terdekat sebelum masuk ke sekolah dasar untuk menjemput si kakak.

Dana memikirkan pada ‘Hari Ya’ anak-anak ternyata menginginkan hal yang sangat sederhana agar mereka bahagia. Seperti makanan manis, teman, waktu bermain, dan film.

Setelah Max naik ke mobil, dia makan permen diikuti dengan sepiring es krim di rumah, lalu segera bertanya apakah dia bisa bermain video game dan FaceTime dengan temannya Dylan sepanjang sore.

“Suami saya dan saya biasanya tidak mengizinkannya bermain video game selama seminggu, tetapi, sungguh, pilihan apa yang saya miliki? Ya, jawab saya,” ucap Dana.

Dana kemudian menelepon ibunya Dylan menanyakan apakah anaknya bisa Facetime dengan Dylan. Dana selanjutnya memberikan ponselnya ke Max sehingga kedua bocah itu bisa mengobrol.

Ketika anak-anak masih melek di malam hari, Dana memang tidak bisa berbuat apa-apa, tetapi berpikir tak ada salahnya mempraktikkan Hari Ya. Selama menjalankannya, tidak ada tantrum, menangis karena tidak ke Disney, atau permintaan gila yang mereka tahu tidak bisa diberikan ibunya.

“Mereka menginginkan hal-hal yang sangat sederhana untuk membuat mereka bahagia, gula, teman, waktu bermain, dan film. Dan sejujurnya, itu adalah hal yang sama persis yang membuat saya bahagia. Mungkin orang dewasa harus memiliki ‘Hari Ya’ setiap tahun juga?” imbuh Dana.

“Ketika putra saya hendak tertidur, dia bertanya dengan tenang, ‘Ibu? Bisakah kita melakukan Hari Ya lagi tahun depan?’ Ya jawab saya, kita bisa,” terang Dana.

Gimana, tertarik mempraktikkan ‘Hari Ya’ juga, Bun?

Leave a Comment