3 Warganya Luka-luka, Suriah Kecam Serangan AS dan Sekutu

Damaskus – Otoritas Suriah mengecam keras serangan rudal yang dilancarkan oleh Amerika Serikat (AS) bersama Inggris dan Prancis ke wilayahnya. Suriah mengklaim ada tiga warga sipil yang luka-luka di Homs akibat serangan rudal itu.

“Rudal-rudal yang menargetkan posisi militer di Homs berhasil digagalkan dan dialihkan dari jalurnya, dan melukai tiga warga sipil,” sebut kantor berita Suriah, SANA, dalam laporannya seperti dilansir Reuters, Sabtu (14/4/2018).

Kepala Staf Gabungan AS, Jenderal Joseph Dunford, sebelumnya menyebut ada tiga target utama dalam serangan udara ini. Tiga target itu antara lain sebuah pusat penelitian ilmiah di Damaskus, sebuah fasilitas penyimpanan senjata kimia di sebelah barat Homs dan sebuah fasilitas penyimpanan perlengkapan senjata kimia dan sebuah pos komando penting yang letaknya tak jauh dari target kedua di Homs.

Dalam pernyataannya, seorang pejabat senior Suriah yang pro-rezim Presiden Bashar al-Assad menyebut lokasi-lokasi yang menjadi target serangan udara AS dan sekutunya telah dievakuasi lebih awal. Suriah menyebut pihaknya mendapat peringatan dini dari Rusia, sekutu utama mereka.

Pejabat senior ini juga menyebut ada 30 rudal yang ditembakkan ke wilayah Suriah pada Sabtu (14/4) pagi waktu setempat. Dari jumlah itu, diklaim oleh pejabat ini bahwa sepertiganya berhasil ditembak jatuh. Sedangkan televisi nasional Suriah sebelumnya mengklaim sistem pertahanan udara militer Suriah berhasil menembak jatuh 13 rudal yang mengudara di area Damaskus.

Untuk wilayah Damaskus, televisi nasional Suriah menyebut serangan udara AS dan sekutunya hanya memicu kerusakan material di sebuah pusat penelitian ilmiah di distrik Barzeh. Serangan rudal itu disebut menghancurkan sebuah gedung yang menjadi lokasi pusat kajian dan laboratorium. Tidak diketahui apakah ada korban jiwa dalam serangan di Damaskus.

Pernyataan resmi dari Kementerian Luar Negeri Suriah menyatakan kecaman terhadap serangan AS bersama Inggris dan Prancis itu. Suriah menyebut serangan dari tiga negara itu ebagai ‘agresi brutal dan biadab’.

“Agresi biadab ini … tidak akan berdampak apapun terhadap tekad dan ketetapan hari rakyat Suriah dan angkatan bersenjata mereka yang heroik,” demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Suriah seperti dikutip kantor berita SANA. “Agresi hanya akan mengarah pada semakin mengobarkan ketegangan di dunia,” imbuh pernyataan itu.

Suriah juga menuding serangan itu sebenarnya bertujuan menghalangi penyelidikan oleh Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) terhadap dugaan serangan kimia di Douma. Sebelumnya Suriah menyebut negara Barat ‘merekayasa’ serangan kimia di Douma untuk menyudutkan Suriah dan mencari pembenaran bagi aksi militer di Suriah.

“Waktu pelaksanaan agresi bertepatan dengan kedatangan misi OPCW ke Suriah untuk menyelidiki dugaan serangan kimia di Douma, dan terutama bertujuan untuk mengganggu kinerja misi tersebut dan mencegah hasilnya,” sebut pernyataan itu.

Suriah menyebut serangan rudal AS dan sekutunya ini sebagai ‘upaya untuk menghalangi terbongkarnya kebohongan dan rekayasa mereka’.

Leave a Comment