Tips Menyiasati Kebutuhan Olahraga Bagi Masyarakat Perkotaan

Jakarta – Kesibukan masyarakat urban yang padat bisa membuat kamu kesulitan untuk rutin olahraga. Nah, pegiat olahraga ini punya tips untuk menyiasatinya.

Ahmad Zacky Badrudin dari Triathlon Buddies Indonesia menyebut kepadatan aktivitas masyarakat urban, mulai dari kerja, mengantar anak sekolah, dan mengurus rumah tangga, memang memakan waktu. Namun bukan berarti tidak ada waktu untuk berolahraga.

“Saya bangun pagi adzan subuh lalu sholat, setelah itu olahraga, antara 30 menit sampai satu jam, baru mandi, lalu mengantar anak sekolah dan pergi ke kantor,” ungkap Zacky kepadadetikHealth, ditemui di Fitness First, Pacific Place, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Panduan gaya hidup sehat dan aktif dari WHO menyebut olahraga dilakukan selama 150 menit per minggu, atau 30 menit per hari. Nah, menyempatkan olahraga di pagi hari sebelum melakukan aktivitas dikatakan Zacky cukup untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Tapi tak ada salahnya menambah waktu olahraga di akhir pekan. Misalnya dengan mengikuti perlombaan olahraga kompetitif atau kompetisi olahraga lainnya.

Untuk tempat, Zacky mengatakan olahraga di kota besar seperti Jakarta sulit dilakukan di ruang terbuka karena keterbatasan tempat. Karena itu, ia lebih sering berolahraga di dalam ruangan, di pusat kebugaran atau di gym.

“Di pusat-pusat kebugaran ini alat-alatnya juga sudah banyak yang lengkap. Selain olahraga, kita juga bisa ukur power dan performance kita, jadi olahraganya nggak asal capek doang,” tutupnya.

Leave a Comment