Ini Lho, Bun, Dampaknya Jika Anak Jarang Main di Luar

Jakarta – Mumpung sedang weekend, yuk ajak si kecil main di luar, Bun. Soalnya ada dampaknya nih anak yang jarang bermain di luar rumah.

“Bisa obesitas karena kalau main gadget kan duduk diem gitu aja, asyik fokus sama gadgetnya,” ujar Dr Seto Mulyadi, SPsi, MSi, Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) pada acara konferensi pers ‘Peluncuran Gerakan ‘#JamMainKita’ untuk Anak Indonesia Sehat di Hotel Pullman Thamrin’ beberapa waktu lalu.

Selain itu, pria yang akrab disapa Kak Seto ini menjelaskan, jika anak jarang main di luar juga dapat memengaruhi unsur emosionalnya. Kenapa? Karena anak-anak tidak biasa melampiaskan emosi-emosi positifnya.

“Misal, karena mereka gembira jadinya teriak senang. Tapi kalau nggak main di luar, perkembangan psikososialnya berkurang, keterampilan bersosialisasi dan bertemannya juga kurang,” papar Kak Seto.

Selain itu pemahaman akan nilai-nilai moral yang mana boleh dan tidak boleh juga kurang, karena suatu informasi itu kan berlangsung dua pihak antara kita yang memberikan pada teman-teman dan begitu juga sebaliknya.

“Jadi ada suatu dialog, nilai-nilai yang bisa dipelajari dari bermain di luar namun dengan cara yang menyenangkan,” tutur Kak Seto.

Kalau anak jarang main di luar, keterampilan fisiknya juga kurang, Bun. Jadi si kecil juga kurang lincah atau kurang gesit. Nah, dampak lain anak yang kurang bergerak adalah terganggunya masalah perkembangan emosionalnya.

Yuk kita perhatikan si kecil, Bun, kalau masih balita dan lekat banget sama gadgetnya, memang saat kita menjauhkannya dari gadget, anak akan histeris atau tantrum. Tapi jangan menyerah ya, Bun. Mumpung masih awal-awal, lebih mudah nih memutus kelekatannya.

Leave a Comment