Kisah Percintaan Bebas ‘Satu Hari Nanti’ Perselingkuhan dan Kejujuran

Jakarta – Film drama romantis ‘Satu Hari Nanti’ membawa cerita berbeda. Memberikan pemandangan indah Interlaken, Swiss, membuat ceritanya semakin intim.

Ini menceritakan soal perjalanan hidup Alya (Adinia Wirasti), Bima (Deva Mahenra), Chorina (Ayushita), dan Din (Ringgo Agus Rahman). Dua pasangan kekasih itu mempunyai masalah dan impian masing-masing di negeri orang.

Menyisir penonton 21 tahun ke atas, tentunya film garapan Salman Aristo itu memperlihatkan adegan-adegan yang cukup intim. Hubungan bebas Alya dan Bima serta Chorina dan Din ternyata membuat mereka merasa berada di zona aman.

“Pertama gini, saya nggak mau naif dengan apa yang terjadi dengan generasi sekarang dengan vlog dan Youtube mereka. Kalau saya berposisi jadi orang yang paling benar, kapan saya bisa berdialog dengan mereka kapan saya bisa memahami mereka,” kata Salman selaku sutradara usai menggelar press screning di Epicentrum XXI, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (5/12/2017) malam.

“Saya mau berkomunikasi, dekat dan berdialog dengan mereka dan berusaha jujur dengan apa yang mereka alami. Itu yang saya lakukan,” lanjutnya.

Sebagai penulis Salman pun mencoba sejujur dan seterbuka mungkin. Mengingat film dewasa 21 tahun ke atas yang meskipun mengambil syuting di Swiss, tapi akan dibawa ke pasar dalam negeri.

Masalah kompleks bagaimana di setiap karakter berusaha keluar dari zona nyaman hingga terjadi sebuah perselingkuhan. Perselingkuhan di atas sebuah persahabatan ternyata tak melulu membawa dampak negatif digambarkan oleh film produksi Evergreen Pictures dan Rumah Film itu.

“Harga sebuah persahabatan rusak di cerita ini. Itu risiko yang mereka ambil. Berbuat salah ya berbuat salah. Saya brusaha tidak lagi memakai kacamata kuda dan berilusi bahwa dunia baik-baik aja. Kenayataannya ada kok. Terjadi kok,” ungkapnya.

“Tapi saya berusaha tidak frontal. Sudah ada yang mengambil posisi menasihati, sudah ada yang mengambil posisi mengatakan bahwa jangan begitu. Saya mengambil posisi untuk berempati dengan itu. Its ok to be not ok. Saya berbicara soal jangan ngerasa kalau udah bikin salah, seolah tidak ada kesempatan untuk kembali. Ini yang mau dibicarakan,” tutur Salman menjelaskan.

‘Satu Hari Nanti’ mulai tayang serentak di bioskop Indonesia 7 Desember 2017.

Leave a Comment