Poinkustik – Putus Nyambung

Poinkustik berdiri pada akhir 2009 di Bandung. Berawal dari Firman yang merekrut beberapa teman semasa kuliahnya di Seni Musik Universitas Pasundan (UNPAS) Bandung untuk membentuk suatu Band. Poinkustik diambil dari kata Poin yang artinya titik. Yang diharapkan band ini dapat mencapai titik puncak karir bermusik di Indonesia bahkan di mancanegara.

Konsep awal yang dibentuk adalah sebuah Band yang benar-benar akustik dilengkapi oleh string dan brass section. Namun seiring berjalannya waktu dan kesibukan masing-masing personil saat itu, band ini akhirnya vakum. Firman sendiri sempat bergabung dulu dengan band lain, dimana ia bertemu dengan Opik. Bersama Opik, ia melakukan reformasi terhadap Poinkustik pada akhir 2013. Yang akhirnya terbentuk  kembali formasi baru dengan Firman (vocal), Opik (gitar), Boif (bass), Reo (Keyboard) dan Galih (Drum/Percussion).
Poinkustik bekerjasama dengan label ATO Production telah memiliki beberapa karya, diantaranya yang sudah pernah dirilis yaitu Isyarat Cinta(2015) dan Cukup Tau (2016). Beberapa dari karya tersebut diciptakan oleh Firman (Vokalis), yang terinspirasi oleh kisah-kisah nyata yang dialami sendiri oleh personil Poinkustik.
Hampir seluruh karya Poinkustik terinspirasi dari kisah nyata di sekitar mereka bahkan beberapa hadir dari kisah nyata personil Poinkustik sendiri. Kini Poinkustik mencoba lagi peruntungan di dunia musik dengan single selanjutnya, Putus Nyambung. Yang diciptakan oleh Firman (Vokalis),  mengisahkan true story dari salah seorang personil Poinkustik.
Dengan aransemen musik ringan dan lirik yang jujur, lagu ini menceritakan tentang seseorang yang terus menerus putus nyambung dalam hubungan dengan pasangannya, sampai akhirnya dia mulai jenuh dan menyadari kalau dia bisa mendapatkan yg lebih baik.

 

Single PUTUS NYAMBUNG sudah hadir dalam bentuk digital. Download di iTunes, Streaming Spotify, juga dapat diaktifkan Ring Back Tone nya.

Salam Musik Indonesia!

 

Leave a Comment